SUMBAR | Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 menjadi momen sarat makna bagi penguatan arah pembangunan manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Wakil Kepala Kejati Sumbar, Mukhlis, menyampaikan pandangan strategis sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendorong kemajuan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Dalam momentum tersebut, Dedie Tri Hariyadi menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar sektor formal, melainkan pilar utama dalam membentuk masa depan bangsa. Ia menilai, kualitas sumber daya manusia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana sistem pendidikan mampu menjawab tantangan zaman yang terus bergerak dinamis.
Menurutnya, peringatan Hardiknas tahun ini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ada tanggung jawab kolektif yang harus diperkuat, terutama dalam memastikan bahwa setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak, adil, dan bermutu tanpa terkecuali.
Dedie juga menyoroti pentingnya transformasi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan global. Ia menilai, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sejalan dengan hal tersebut, Mukhlis menyampaikan bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem pendidikan agar tetap berjalan secara transparan dan akuntabel. Peran pengawasan serta pendampingan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan sektor pendidikan.
Ia menegaskan, institusi kejaksaan tidak hanya berfungsi dalam penegakan hukum semata, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan, termasuk di bidang pendidikan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
“Kami siap mengambil peran aktif dalam mengawal setiap langkah pembangunan pendidikan, demi terciptanya generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing,” ungkap Mukhlis dengan penuh optimisme.
Lebih jauh, Dedie Tri Hariyadi mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, hingga masyarakat luas untuk memperkuat sinergi. Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan harus melalui kerja bersama yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan membuka peluang besar dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
Kejati Sumatera Barat juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pendidikan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab moral sekaligus kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Momentum Hardiknas 2026 diharapkan menjadi titik penguatan semangat bersama untuk membangun pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi masa depan. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, cita-cita melahirkan generasi emas Indonesia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Semangat yang digaungkan Dedie Tri Hariyadi dan jajaran Kejati Sumbar menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan bangsa. Dari ruang-ruang belajar hingga kebijakan strategis, semua memiliki peran dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.
Wyndoee
